Wednesday, May 09, 2012

Penelitian prospektif (penelitian kohort)


Merupakan salah satu penelitian yang bersifat longitudinal dengan mengikuti perjalanan penyakit ke depan berdasarkan urutan waktu. Dimaksudkan untuk menemukan insidensi penyakit pada kelompok yang terpajan oleh factor resiko maupun pada kelompok yang tidak terpajan, kemudian insidensi penyakit pada kedua kelompok tersebut secara statistic dibandingkan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan sebab akibat antara pajanan dan penyakit yang diteliti.
Secara garis besar proses perjalanan penelitian prospektif sebagai berikut:
1.      Pada awal penelitian, kelompok terpajan maupun kelompok tidak terpajan belum menampakkan gejala penyakit yang diteliti.
2.      Kedua kelompok diikuti ke depan berdasarkan sekuens waktu (prospektif)
3.      Dilakukan pengamatan untuk mencari insisdensi penyakit (efek) pada kedua kelompok
4.      Insidensi penyakit pada kedua kelompok dibandingkan menggunakan perhitungan statistik untuk menguji hipotesis tentang hubungan sebab akibat antara pajanan dan insidensi penyakit (efek)
Keuntungan
1.       Penelitian kohort dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan normal (ontogenik) yang terjadi dengan berjalannya waktu karena intervensi yang dlakukan oleh alam berupa “waktu”.
2.      Penelitian ini dapat pula digunakan untuk mempelajari timbulnya penyakit secara alamiah akibat pajanan (patogenik) yang dilakukan oleh orang yang bersangkutan secara sengaja atau tidak sengaja.
3.      Penelitian kohort dapat digunakan untuk mempelajari perjalanan klinis suatu penyakit (patogresif).
4.      Rancangan penelitian ini digunakan untuk mempelajari hubungan sebab-akibat.
5.      Penelitian kohort dapat digunakan untuk mempelajari insidensi penyakit yang teliti.
6.      Penelitian kohort tidak memiliki hambatan masalah etis.
7.      Besarnya resiko relative dan resiko atribut dapat dihitung secara langsung.
8.      Pada penelitian kohort dapat dilakukan perhitingan statistic untuk mengui hipotesis.
9.      Pada penelitian kohort dapat diketahui lebih dari satu outcome terhadap satu pemaparan.
10.  Dapat mengatur komparabilitas antara dua kelompok sejak awal penelitian.
Kerugian
1.      Penelitian ini membutuhkan sampel yang besar dan waktu yang lama sehingga sulit untuk mempertahankan subjek studi agar tetap mengikuti proses penelitian.
2.      Penelitian ini membutuhkan biaya yang besar sebagai akibat besarnya sampel dan lamanya penelitian.
3.      Penelitian ini sulit dilakukan pada penyakit yang jarang terjadi. Hal ini karena sulitnya memperoleh kelompok yang terpajan.
4.      Penelitian prospektif tidak efisien untuk penelitian penyakit dengan fase laten yang lama.

Referensi:
Budiarto, Eko, Dewi Anggraeni. 2002. Pengantar Epidemiologi. Ed. 2. Jakarta: EGC 


No comments:

Post a Comment

Labels