Wednesday, May 30, 2012

cling!

Terkadang hidup sangat menjemukan. Menjalani rutinitas yang itu-itu saja sesuai jadwal yang biasa kita lakukan. Dengan hal-hal yang sudah terjadwal seringkali kita mengeluh bosan. Bosan melakukan hal yang sama. Namun, jika 1 rutinitas saja tidak kita lakukan, pasti terasa ada yang kurang bukan? Apalagi kalau ada hal yang sepatutnya tidak muncul dalam jadwal yang sudah tersusun rapi. Semuanya menjemukan.
Ya ya ya, manusia. Tak pernah merasa puas, seringkali mengeluh (termasuk saya).
Dalam episode sok bijak ini sebenarnya saya lagi bosan. Bosan sebosan-bosannya. Mulai dari bosan bangun pagi, bosan mandi, bosan makan nasi, bosan  melihat kamar bersih (halah) semuanya bosan. Ketika saya sudah dalam fase bosan, segala hal jadi ga mood untuk dilakukan, alias saya bakal me-nganggur-kan diri. Saya pernah baca satu hadist (belum tahu sohih atau tidak) yang menyatakan bahwa “Allah tidak suka terhadap orang yang suka tidur, suka makan, dan suka menganggur.” Meskipun belum jelas hadist ini sahih atau tidak tapi dari isinya saya jadi tergugah untuk tidak menganggur. Dengan kata lain saya harus melakukan sesuatu. Sesuatu yang bermanfaat bagi saya, bangsa dan negara (halah!).

sesuatu yang saya maksud akan saya kasi tahu di postingan selanjutnya yaaah :)

Wednesday, May 09, 2012

Penelitian prospektif (penelitian kohort)


Merupakan salah satu penelitian yang bersifat longitudinal dengan mengikuti perjalanan penyakit ke depan berdasarkan urutan waktu. Dimaksudkan untuk menemukan insidensi penyakit pada kelompok yang terpajan oleh factor resiko maupun pada kelompok yang tidak terpajan, kemudian insidensi penyakit pada kedua kelompok tersebut secara statistic dibandingkan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan sebab akibat antara pajanan dan penyakit yang diteliti.
Secara garis besar proses perjalanan penelitian prospektif sebagai berikut:
1.      Pada awal penelitian, kelompok terpajan maupun kelompok tidak terpajan belum menampakkan gejala penyakit yang diteliti.
2.      Kedua kelompok diikuti ke depan berdasarkan sekuens waktu (prospektif)
3.      Dilakukan pengamatan untuk mencari insisdensi penyakit (efek) pada kedua kelompok
4.      Insidensi penyakit pada kedua kelompok dibandingkan menggunakan perhitungan statistik untuk menguji hipotesis tentang hubungan sebab akibat antara pajanan dan insidensi penyakit (efek)
Keuntungan
1.       Penelitian kohort dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan normal (ontogenik) yang terjadi dengan berjalannya waktu karena intervensi yang dlakukan oleh alam berupa “waktu”.
2.      Penelitian ini dapat pula digunakan untuk mempelajari timbulnya penyakit secara alamiah akibat pajanan (patogenik) yang dilakukan oleh orang yang bersangkutan secara sengaja atau tidak sengaja.
3.      Penelitian kohort dapat digunakan untuk mempelajari perjalanan klinis suatu penyakit (patogresif).
4.      Rancangan penelitian ini digunakan untuk mempelajari hubungan sebab-akibat.
5.      Penelitian kohort dapat digunakan untuk mempelajari insidensi penyakit yang teliti.
6.      Penelitian kohort tidak memiliki hambatan masalah etis.
7.      Besarnya resiko relative dan resiko atribut dapat dihitung secara langsung.
8.      Pada penelitian kohort dapat dilakukan perhitingan statistic untuk mengui hipotesis.
9.      Pada penelitian kohort dapat diketahui lebih dari satu outcome terhadap satu pemaparan.
10.  Dapat mengatur komparabilitas antara dua kelompok sejak awal penelitian.
Kerugian
1.      Penelitian ini membutuhkan sampel yang besar dan waktu yang lama sehingga sulit untuk mempertahankan subjek studi agar tetap mengikuti proses penelitian.
2.      Penelitian ini membutuhkan biaya yang besar sebagai akibat besarnya sampel dan lamanya penelitian.
3.      Penelitian ini sulit dilakukan pada penyakit yang jarang terjadi. Hal ini karena sulitnya memperoleh kelompok yang terpajan.
4.      Penelitian prospektif tidak efisien untuk penelitian penyakit dengan fase laten yang lama.

Referensi:
Budiarto, Eko, Dewi Anggraeni. 2002. Pengantar Epidemiologi. Ed. 2. Jakarta: EGC 


Labels