Saturday, November 05, 2011

2112011


Menginjak tahun ke 19 dalam kehidupanku. Rasanya bukan bahagia atau  menunggu-nunggu kapan hari itu tiba. Justru aku ingin hari itu menjauh, dan ingin berputar balik. Bukan, bukan karena aku takut menjadi tua, lalu mati. Bukan karena aku tak ingin dikerjai teman-temanku (dan sesungguhnya aku tak suka). Bukan karena aku tak bisa mentraktir makan teman-temanku.
Tapi karena aku tahu jatah kehidupanku berkurang. Entah kapan aku akan pergi dari kehidupan ini. Tapi saatnya pasti tiba untuk dipanggil yang kuasa. Aku hidup seolah-olah hanya numpang bernafas, aku igin memberikan kesan lebih pada duniaku. Karena apa, nanti kita akan melanjutkan kehidupan di alam yang berbeda dan di alam itulah aku juga harus memberikan sesuatu pada alam itu.
Sudah sejak lama aku ingin merasakan senangnya merayakan ulang tahun. Tapi. Selama aku melewati hari ulang tahun dengan mentraktir teman, rasanya itu malah menjadi sesuatu yang berat untuk dilakukan. Aku merayakan ulang tahun dengan mentraktir teman bisa dihitung dengan jari, seingatku hanya sekali atau dua kali saja. Dan orang yang ku traktirpun bukan semua temanku, tapi hanya teman terdekat dan terbaikkku. Dalam keluargaku jarang sekali bahkan tidak pernah merayakan ulang tahun. Mengingat hari ulang tahun memang mudah. Tapi begitu sulit untuk mengucapkannya. Di waktu kecil memang aku sering sekali diundang ke pesta ulang tahun teman-temanku. Berpakaian cantik, rambut dikuncir rapi, mebawa kado untuk si empu acara. Banyak sekali balon dan hadiah.
Hmm, itu teman-temanku, bukan aku. Alangkah baiknya kalau kita alihkan dana yang digunakan untuk membiayai pesta ulang tahun dengan memberikannya pada orang yang lebih membutuhkan. Coba lihat uang 20 ribu. Jika kita menggunakannya untuk mentraktir teman di tahun 2011 ini, maka habislah untuk satu orang saja. Kita pasti berusaha mentraktir teman di tempat yang makanannya mahal dan berkelas (padahal ga cocok sama lidah dan besoknya pada mencret semua). Mendingan kita mapir ke yayasan atau panti asuhan, belikan mereka sesuatu, ga harus makanan. Itu lebih berkesan dari pada mentraktir teman bukan? Bukan berarti tidak mau mentraktir, ini masaah amal yang akan kita bawa ketika kita dipanggil Allah nanti.
Ketika Allah bertanya “kau kemanakan saja uang yang orang tuamu berikan?”.
Jawabku “aku memberikannya pada anak-anak yatim piatu dipanti asuhan”

selesailah perkara
tapi kalau ceritanya gini
Ketika Allah bertanya “kau kemanakan saja uang yang orang tuamu berikan?”.
jawabku “aku gunakan untuk mentraktir teman-temanku”
“apa kau tidak tahu bagaimana orang tuamu membanting tulang untuk menghidupimu? Mereka berharap kau menggunakannya dengan bijak. Mereka tak ingin kau kekurangan. Mereka ingin kau bisa hidup dengan layak. Bukan berarti kau bisa seenaknya saja menggunaknannya.”
menyesal? Tentu, Cuma itu yang bisa dilakukan.
Apa yang bisa kamu lakukan untuk lingkunganmu? Itulah yang harus dipikirkan dan dilakukan.


 hadiah dari Tika, Rey, Windi dan Vitta (anak kosan). Love you guys :)
kata-kata yg terakhir menusuk hati.. huaaa
tp tetep syg kaliaan :*




Labels